Pondok Pesantren Refah Islami secara resmi memberangkatkan santri kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) untuk mengikuti kegiatan Dauroh Tahfidh di Mojokerto selama sepekan.
Pemberangkatan tersebut dipimpin langsung oleh Mudir pesantren, KH. Farid Dhofir, Lc, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa dauroh merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari program tahfidh di pesantren.

“Keberangkatan kegiatan Dauroh ini adalah bagian tidak terpisahkan dari program Tahfidh di pesantren kita. Bahkan, Dauroh ini sengaja dipilihkan di tempat yang secara pemandangan itu indah dan cuaca dinginnya nikmat,” ungkap beliau.
Lebih lanjut, beliau berharap para santri mampu memanfaatkan suasana tersebut untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.
“Harapan kami semua, antum bisa menggunakan nikmat tersebut untuk lebih banyak lagi dekat dengan Al-Qur’an. Antum bisa muraja’ah sambil melihat gunung yang indah, bisa tilawah dengan melihat lembah yang begitu syahdu dengan angin sepoi-sepoi dingin,” lanjutnya.
Kegiatan Dauroh Tahfidh ini dilaksanakan di Masjid Ibadurrahman dan diikuti oleh seluruh santri kelas 12 sebagai bagian dari program pembinaan akhir menjelang kelulusan. Selama pelaksanaan, para santri akan difokuskan pada peningkatan hafalan serta penguatan muroja’ah.
Di akhir pesannya, beliau menekankan adanya capaian nyata yang harus diraih setelah dauroh berlangsung.
“Setelah Dauroh ini, harus ada yang bertambah: bertambah hafalannya bagi yang belum 30 juz, bertambah kuat hafalannya bagi yang sudah 30 juz, dan bertambah kecintaannya kepada Al-Qur’an,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, pihak pesantren berharap dapat mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki kecintaan yang mendalam serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Senin, 6 April 2026
