[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”4.6.6″ _module_preset=”default”][et_pb_row _builder_version=”4.6.6″ _module_preset=”default”][et_pb_column _builder_version=”4.6.6″ _module_preset=”default” type=”4_4″][et_pb_text _builder_version=”4.6.6″ _module_preset=”default” text_font=”|||on|||||” text_text_shadow_style=”preset3″ text_text_shadow_horizontal_length=”0.02em” text_text_shadow_blur_strength=”0.05em” text_text_shadow_color=”#000000″ hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]
Orientasi Islami
[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.6.6″ _module_preset=”default”][et_pb_column _builder_version=”4.6.6″ _module_preset=”default” type=”4_4″][et_pb_text _builder_version=”4.6.6″ _module_preset=”default” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″ custom_padding=”||0px|||”]
- Aqidah yang Kuat.
Dengan aqidah yang kuat diharapkan mampu menyelamatkan santri dari syirik/khurafat dan menjadi benteng dan “immune” bagi santri terhadap pengaruh negatif lingkungan serta memiliki kebanggaan terhadap Islam dan siap memperjuangkannya. - Akhlaqul Karimah.
Santri madrasah ini diupayakan memiliki akhlaqul karimah yang akan menjadi “qurrota a’yun (penyejuk mata dan hati) bagi orangtuanya dan “rahmatan lil’alamin” bagi lingkungannya. - Qur’ani.
Santri dibiasakan untuk menjadikan Al Qur’an dan Sunnah sebagai rujukan bagi seluruh aktifitas hidupnya. Hal ini tergambar pada proses pembelajaran dan pendidikan di madrasah, guru selalu berusaha mencari dasar dan rujukan materi yang dibahas dengan Al Qur’an dan Sunnah.
[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.6.6″ _module_preset=”default”][et_pb_column _builder_version=”4.6.6″ _module_preset=”default” type=”4_4″][et_pb_text _builder_version=”4.6.6″ _module_preset=”default” header_text_shadow_style=”preset3″ header_text_shadow_blur_strength=”0.07em” header_font=”|||on|||||” header_text_shadow_color=”#b05f09″ hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″ text_text_shadow_style=”preset3″ text_text_shadow_color=”#000000″]
Orientasi Kebangsaan dan Global
[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.6.6″ _module_preset=”default”][et_pb_column _builder_version=”4.6.6″ _module_preset=”default” type=”4_4″][et_pb_text _builder_version=”4.6.6″ _module_preset=”default” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]
ldeologi kebangsaan ditanamkan pada proses pembelajaran, santri dipahamkan dan disadarkan bahwa ia anak bangsa yang memiliki kewajiban menjaga harkat dan martabat bangsanya sebagai bangsa yang besar, bangsa yang berkewajiban melaksanakan syariat Islam dalamhukum-hukum kenegaraannya. Santri juga diarahkan untuk menghargai adatistiadat yang “baik’ di masyarakat.
Era Global dicirikan pada kemampuan mengelola informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, ketrampilan komputer, kemampuan bekerjasama, berkompetisi dan kemampuan bahasa asing untuk berkomunikasi dengan bangsa lain. Maka kuikulum Pondok Pesantren Refah lslami memberi porsi yang cukup bagi penguasaan kemampuan santri menghadapi era global tersebut. Dalam proses pembelajaran guru berusaha menanamkan dan mengembangkan kemampuan santri tersebut. Orientasi Global ini akan memberi pemahaman pada santri bahwa ia bukan saja sebagai Indonesian citizens tapi juga sebagal World citizens.
[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.6.6″ _module_preset=”default”][et_pb_column _builder_version=”4.6.6″ _module_preset=”default” type=”4_4″][et_pb_text _builder_version=”4.6.6″ _module_preset=”default” text_font=”|||on|||||” text_text_shadow_style=”preset3″ text_text_shadow_blur_strength=”0.15em” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]
Orientasi Dunia dan Akhirat
[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.6.6″ _module_preset=”default”][et_pb_column _builder_version=”4.6.6″ _module_preset=”default” type=”4_4″][et_pb_text _builder_version=”4.6.6″ _module_preset=”default” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]
Memberi bekal kepada santri yang utuh agar menjadi Ulama yakhsyallah (Ulama yang takut Allah) dan khalifah fil ardl (pemimpin di muka bumi) dengan mengutamakan kehidupan akhirat dan mengambil secara proporsional kehidupan dunia. Santri disiapkan terbiasa hidup sebagai da’t meneruskan risalah yang dibawa Rasulullah SAW.
[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]
